Saya senang membaca buku, termasuk juga mengoleksinya. Buat saya, bila ada kesempatan untuk membeli buku, jangan ditunda. Bahkan, meskipun mungkin pada saat itu kita belum punya kesempatan untuk membacanya. Namun dengan sudah memilikinya, kita punya kesempatan lebih besar untuk membacanya pada saat kita memerlukannya.
Saya punya cita-cita untuk membeli banyak buku, sekalipun buku tersebut tidak sejalan dengan hobby dan pekerjaan saya. Misalnya buku tentang arsitektur, kedokteran, psikologi, film dan lain-lain. Saya selalu berpandangan bahwa semua buku pasti bermanfaat. Bila sampai pada waktunya, saya selalu berharap buku-buku tersebut bisa bermanfaat untuk anak cucu saya kelak. Siapa yang tahu akan menjadi apa anak-anak kita nantinya bukan?
Saya senang membaca hal-hal yang berkaitan dengan fotografi, desain grafis, dan tema tema yang berhubungan dengan cultural studies, postmodernisme, kemanusiaan, jurnalistik, bisnis, dan lain lain. Tapi yang paling menyenangkan adalah membaca novel atau kumpulan cerpen. Selain cocok untuk teman perjalanan, juga bagus untuk mengembangkan imajinasi, toh cocok dengan hobby travelling saya.
Diantara beberapa buku yang saya punya dan pernah saya baca, berikut ini adalah buku-buku yang paling berkesan buat saya:
- Tetralogi Pulau Buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca) karya Pramoedya Ananta Toer.
- “Harimau Harimau” karya Mochtar Lubis
- “Saman” karya Ayu Utami
- “Supernova (Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh)” karya Dewi Lestari.
- “Kerudung Merah Kirmizi” karya Remy Silado
- My Never Ending Love Diary (De Blue) karya saya sendiri.
- Terhempas Prahara di Pasifik (Kisah Nyata kehidupan Soedirmo Boender)
- Quantum Learning
- “Kisah Mata” karya Seno Gumira Ajidarma
