Gue Dapat Sepuluh Poin!!
Banyak seharusnya yang bisa diceritakan, tapi karena sudah terlanjur tertumpuk oleh banyak cerita dan kejadian, jadi males mau menuliskannya disini. Mungkin mengalir sajalah, dan berikut ini adalah sepuluh hasil kontemplasi gue di sela-sela semua kisah yang penuh ambiguitas.
Pertama, Tuhan itu ada. Stop berdebat soal ini!
Kedua, Mungkin sudah bukan saatnya gue bertanya “kenapa gue Tuhan?”. Tapi yang jelas itu sudah tergariskan. Jadi gue memilih diam.
Ketiga, Hidup ini kalau kita mau benar-benar jujur dan coba memikirkannya sedikit saja, ternyata memang “cuma sekali”. Dan gue sudah memutuskan untuk tidak membuang masa muda gue dengan bertindak konyol dan terlalu banyak ha-ha hi-hi. Gue punya cita cita, dan gue yakin Tuhan bersama gue.
Keempat, cita-cita itu nomor satu. Gue gak sanggup kalau harus bangun tidur dengan kesadaran bahwa gue sedang di surga. Ini dunia. Bukan akherat. Disini manusia di hukum. Kalau mau hidup enak harus berusaha dengan tangan sendiri. Gantungkan cita-cita setinggi langit itu bukan omong-kosong. Mau, hidup di kolong jembatan?!
Kelima, Tidak ada pekerjaan yang hina di dunia ini. Mereka yang hina adalah mereka yang tidak bekerja dan berpangku sebelah tangan. Selama kita bekerja dan menghasilkan sesuatu dengan tangan kita sendiri maka itu lebih mulia dari apapun.
Keenam, Banyak teman banyak sahabat adalah tempat berbagi, dan mereka selalu menjadi yang terbaik seandainya kita berani hidup dalam pemakluman. Gue sadar merekalah yang kalau kita mau terus terang ke diri sendiri adalah perpanjangan tangan malaikat. Banyak anak banyak rezeki mungkin sedikit konyol di era kapitalisme global ini. Sekarang zamannya banyak teman banyak rezeki. Amien!
Ketujuh, Uang dan cinta, itu dua hal yang berbeda. Pikir baik-baik sebelum semuanya terlambat. Pahamilah bahwa keduanya itu bukan pilihan. Bukan substituen, tapi saling komplementer. Mudah-mudahan gue selalu diberi kekuatan untuk mengejarnya sampai batas umur gue.
Kedelapan, mencintai diri sendiri itu betul. Mencintai orang lain juga benar. Menjadi salah kalau mencintai diri sendiri, tapi berhenti mencintai orang lain. Atau mencintai orang lain tapi berhenti mencintai diri sendiri. Gue yakin ini gak semudah kedengarannya. He he…
Kesembilan, Bangun! Semangat itu ternyata bukan milik siapa-siapa, apalagi milik orang lain. Semangat itu milik diri sendiri, dan kita semua punya. Mau dipakai atau tidak itu urusan masing-masing. Yakinlah bahwa hidup kita, ya hidup kita!
Kesepuluh, ikhlas untuk segala yang terjadi dan sudah terlewatkan. Gue sadar betul poin ini pasti bakal jadi yang paling sulit. He he…
Dan kesemua poin kontemplasi ini, jujur gue gak tau datang dari mana. Yang jelas, jari-jari gue menari begitu saja diatas tuts laptop yang semakin uzur ini. Dan gue selalu yakin, Tuhan sedang berbicara dengan gue sekarang ini. Alhamdulillah.
Jember, 20 & 23 April 2009

5 comments
sepakat.. sepakat..
teroes berdjoeang dan tetap semangat…
ha ha ha… go go go…
cita citanya tetepkan???!!!
kalo gagh salah sieh,,,, jadi orang baik…!!!!
io aio semangat….!!!
kalo masalah mencintai… pencapaian tertinggi otak q cuma mencintaimu untuk diriku sendiri..
hallah…
point keenammu kaiaknya kurang pas buat dirimu dech..
lebih mantaaappp kalau banyak pacar banyak rejeki..
siippp kan???
keren kak… paling tersentuh nomer 6 dan 7…
Leave a Comment