human wanna be

Pura Pura kah?

Ada sebuah masa dimana kita memang harus berbuat dan berbenah. Tujuannya tentu saja adalah agar kita berubah menjadi lebih baik. Gue sering ngerasa bahwa diri ini sebenernya emang masih teramat muda untuk terlibat berbagai macam kesibukan yang seringkali di luar batas kemampuan gue sendiri. Tapi namanya juga manusia, harus terus meningkatkan kualitas hidup dan bermanfaat untuk masyarakat selain juga untuk keluarga dan diri sendiri tentu saja. Umur juga gak bisa diulang, mumpung masih muda, harus bisa mewujudkan banyak hal. Iya kan?

Dari berbagai keinginan, seringkali gue justru gak bisa mengontrol cita-cita gue yang terlalu banyak. Malah kadang terkesan diburu-buru oleh hasrat “bertindak”. Akhirnya terkesan terlalu ambisius gitu kali ya… He he.. Pingin semuanya digapai dalam waktu yang cepat, sehingga seringkali lupa dengan diri sendiri, kesehatan, dan waktu istirahat. Tapi semuanya selama ini memang dilandasi dengan semangat lah, bukan semata-mata ambisi yang sifatnya negatif tentu saja. Alhamdulillah…

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, terhitung sejak tanggal 13 Februari yang lalu, gue didampingi seorang asisten untuk keperluan job, bisnis, dan pengaturan schedule. Awalnya sempet risih juga sih karena beberapa pola harus menyesuaikan, apalagi beberapa komentar dari temen-temen deket yang berasa “lebay” gitu lah… Ha ha… tapi dengan segala keyakinan, akhirnya gue tetep memilih untuk bertahan dengan bantuan seorang asisten untuk keseharian gue.

Ternyata pada akhirnya, itu sangat bermanfaat lho buat gue. Terbukti beberapa hal bisa terselesaikan sesuai jadwal dan meminimalisir kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Gue jadi bisa meracang beberapa rencana dengan lebih terstruktur dan merasa ada orang yang siap membantu. Gue juga jadi semangat mencari rezeki karna beberapa persen dari rezeki gue harus dibagi untuk membayar asisten secara profesional. Cukup menyenangkan…

Seiring berjalannya waktu, ada beberapa komentar seputar adanya asisten ini masih saja risih terdengar ditelinga. Ha ha ha… mungkin karena beberapa kolega, rekan-rekan, teman-teman, bahkan orang tua sendiri masih belum terbiasa dengan hal ini. Bingung juga sih gimana caranya mengatasi kebingungan ini. Makanya dengan beberapa pertimbangan, gue tulislah posting ini, sekedar untuk “menjawab”.

Syukurlah pada beberapa waktu yang lalu, ketika ada kesempatan browsing, gue menemukan sebuah pembenaran untuk langkah yang gue ambil ini. Semacam stimulus yang mengatakan bahwa, sudahlah teruskan saja, semua pilihan hidup ini sesuai dengan apa yang kamu percayai.. ha ha ha… Mulai deh lebay lagi.. Tapi yang jelas, kalimat dan kata kata dari Mario Teguh berikut ini, seperti oase ditengah kegamangan gue ketika berfikir “lebay gak sih gue punya asisten?”. Hahaha…

Dalam situs nya Mario Teguh mengatakan:

Jika kita belum menjadi apa yang kita inginkan (yang baik tentunya) maka berlakulah seolah olah sudah menjadi atau akan menjadi pribadi yang kita inginkan tersebut. Apabila kita konsisten pura pura seolah olah sudah menjadi, cepat atau lambat kita-kita akan menjadi terbiasa, dan sering tanpa kita sadari kita sudah menjadi pribadi yang kita inginkan tersebut.

Pura-pura adalah cara untuk membangun
Kualitas pribadi yang lebih dewasa
Yang lebih tinggi kelasnya,
Karena orang-orang yang berada pada kelas dibawah
Tidak memiliki kualitas-kualitas untuk ditampilkan
Pada pergaulan kelas diatasnya

Berpura-pura ini tidak negatif
Karena berpura pura adalah cara untuk membayar dimuka
sesuatu kedewasaan yang kita belum miliki

Berpura pura untuk tidak takut, tidak nervous
Tampil dilingkungan yang lebih senior
Bukan sebuah dosa, bukan sebuah penipuan
Tetapi upaya penyelamatan diri
Sehingga kita bisa tampil pada kedewasaan yang belum kita miliki

Pura pura itu sesuatu yang perlu
Dan mohon dibedakan dari kepalsuan

Well, dari situ akhirnya gue ngerasa lega, moga-moga pilihan-pilihan ini bisa gue pertanggung jawabkan. Dan gue gak hidup dalam kepalsuan, tapi dalam sebuah usaha untuk menjadi lebih baik. Iya kan? Salam Super… Hayah…

2 comments

1 cakbud { 05.19.09 at 9:57 pm }

tidak semua keputusan untuk keperluan pribadi harus berdasarkan suara terbanyak, tapi akan lebih baik berdasar pada suara hati. jika kita yakin dan bisa.. do it..

let’s enjoy and be a super people..
teroes berdjoeang dan tetap semangat.

2 Riskaning Dianti { 05.19.09 at 9:57 pm }

ga lebay koq mas…qta cuma ga terbiasa aja…dan belum pernah aq org2 di dekatq punya Asisten…baru km yg pertama…jadi ya..harap maklum..

klo asisten bikin hidupmu lebih mudah..ya ayuk aja..monggo jalan terus…sahabat Super!!

Leave a Comment