Bahagianya Bisa Bahagia
Terus terang saja seringkali kita lupa kalau diri ini butuh stabilisator, semacam waktu khusus yang disediakan untuk sepenuhnya “lari” dari rutinitas dan sedikit beristirahat. Terus-terusan bekerja juga tidak sepenuhnya baik apalagi sampai melupakan kekuatan diri yang sudah mejerit-jerit minta istirahat. Wah, betapa menyenangkan punya waktu untuk jalan-jalan sambil memuaskan hobby motret. Dan 8 Februari yang lalu menjadi momentum yang sangat membahagiakan, tentu saja.
Bersama rekan-rekan JPG (Jember Photography), saya berkesempatan menghadiri sebuah acara Festival Cap Go Meh di Probolinggo. Sesuai dengan undangan terbuka dari pihak Probolinggo Photo Club, JPG mengutus sebanyak-banyaknya member untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. Akhirnya, 13 orang member JPG memutuskan untuk berangkat. Rombongan terbagi dalam dua kendaraan yang ongkos bahan bakarnya ditanggung secara patungan. Lumayanlah untuk membangun sense of solidarity-nya JPG.
Sekitar pukul 6 pagi kami tiba di alun-alun Probolinggo dan menyempatkan diri untuk sarapan nasi pecel di sebuah “bus café”. Sebuah kafe yang unik, sebab café ini pada dasarnya adalah sebuah bus yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan untuk tempat makan-makan. Sisa pagi itu tentu saja kami habiskan dengan sesi-sesi pemotretan narsisme diri yang tiada lagi dapat terbendung. He he… Menyenangkan melihat tawa yang lepas dan terjaga dalam persahabatan yang hangat. Pagi itu JPG sangat luar biasa.
Sesampai di klenteng kami langsung mendaftar pada panitia agar segera mendapatkan ID Card khusus fotografer. Menurut beberapa informasi yang saya dapat festival Cap Go Meh ini adalah yang pertama kali diadakan di Probolinggo. Perayaan untuk masyarakat Tionghoa ini berlangsung selama sekitar 5 jam yang diisi dengan parade arak-arakan beberapa “rombongan klenteng” dari beberapa daerah di Jawa Timur. Masing-masing menampilkan performance terbaiknya yang disaksikan oleh Walikota Probolinggo. Semua bersatu dalam kosmologi perdamaian, sebab berbagai suku bangsa berinteraksi tanpa konflik dan saling sawang sinawang.
Acara semakin menarik sebab dikemas pula dengan sesi pemotretan model. Meskipun banyak komplain dari beberapa fotografer undangan yang datang, tapi toh mereka tetap saja menyerbu model dengan serentetan shutter yang tidak berhenti. Dan tentu saja semua demi mengejar hadiah yang sudah disediakan oleh panitia.
Member JPG sangat antusias dengan momen hunting ini. Saya bahagia bisa bahagia. Apalagi melihat rekan-rekan JPG tak kenal lelah mengabadikan momen-momen unik, meskipun acara berlangsung dengan sedikit beratakan akibat pengamanan yang minim. Tapi semua senang, dan semua bahagia, itu lebih penting dari apapun. Kami menutup acara hunting dengan foto keluarga bersama dengan beberapa member dari KOPDAR dan Klub Fotografi Lumajang.
Siang setelah acara selesai, Widham mengajak kami semua untuk melanjutkan agenda, dengan makan siang di rumah saudaranya. Dengan kondisi capek dan perut keroncongan, tentu itu adalah sebuah undangan yang sangat mengggiurkan. Dan sekali lagi kami merasa beruntung dengan rezeki yang melimpah ini.
Ada sedikit rencana kecil untuk melanjutkan perjalanan dengan hunting dadakan ke Gunung Bromo. Namun ternyata karena kondisi yang kurang memunginkan akhirnya jadwal dadakan tersebut terpaksa dibatalkan. Termasuk pula tawaran untuk hunting di Lumajang yang juga mendadak. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami semua memilih pulang dan segera beristirahat. Dengan segala kebahagiaan yang tercurah, kami mengisi perjalanan pulang dengan cerita dan tawa yang berderai.

2 comments
berbahagialah orang2 yang bisa merasakan kebahagiaan, banyak orang kerja keras dengan alasan mencari makan, tapi tidak sempat untuk sekedar menikmati hangatnya sarapan pagi… (hayoo… sopo…)
Selamat berbahagia.. apalagi kalo yang “…. sepotong perbincangan… ” sudah terwujud… he he he ..
Selamat berdjoeang dan tetap semangat
“banyak orang kerja keras dengan alasan mencari makan, tapi tidak sempat untuk sekedar menikmati hangatnya sarapan pagi…” Wah daleeeemmmmm bangeettt…. Keren dan sangat filosofis euy… Bener banget mas… Hebat…. Mungkin ini kritik untuk kita semua mas, kita yang seringkali menafikkan diri sendiri padahal semuanya kadang kadang absurd. Ha ha ha…
Leave a Comment